SARASEHAN SERASA HEALING SARASEHAN 3.1 PGRI KABUPATEN PACITAN

Pacitan, Rabu, 13 Juli 2023. Bertempat di kawasan wisata Pantai Srahu di kecamatan Pringkuku, kabupaten Pacitan, dilaksanakan Sarasehan 3.1 PGRI Kabupaten Pacitan.
Sarasehan yang digelar ke -3 kalinya ini, setelah Ngadirojo di tahun pertama, Donorojo di tahun kedua, dan ketiga di Pringkuku ini, mengambil tema Perlindungan Hukum Terhadap Profesi Guru dan Dosen Menentukan Kualitas Pendidikan.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayu Aji, S.S, Kepala Kejaksaan Negeri Pacitan, Andi Panca Sakti, SH, Ketua PGRI Jawa Timur, Teguh Sumarno, S.Pd, M.Pd, dan ketua PGRI kab. pacitan, Suprayitno Ahmad, S.Ag, M.Pdi., Forkopinda, Forkopinca, dan tamu undangan, dan segenap anggota PGRI dari 12 cabang.


Ketua PGRI kab. Pacitan mengatakan bahwa diangkatnya tema sarasehan tersebut karena didorong oleh masalah-masalah yang berkembang saat ini.Persoalan-persoalan ini perlu dipahamkan.

Harapannya dengan sarasehan ini memberikan aspirasi, membantu PGRI dalam menghadapi persoalan sehingga (maaf) pengurus PGRI tidak direpotkan dengan hukum.
Selanjutnya Pak Yit, demikian panggilan akrab ketua PGRI ini, mengatakan bahwa organisasi PGRI ini konsisten berjuang memantapkan NKRI, memajukan Pendidikan, dan berupaya mensejahterakan guru.


Ketua PGRI Jawa Timur mengibaratkan guru adalah paku, selalu ada dimana-mana, tidaka perlu tampak ada, tapi dia ada dimana-mana, pemersatu dalam rumah besara, yaitu PGRI.
“Saya titip pendidikan karakter dibangun, guru menstranformasi ke anak-anak yang baik, guru sangat mulia.” tutup Teguh Sumarno.


Pada kesempatan tersebut, Bupati Pacitan mendapatkan lencana PGRI dari Ketua PGRI Pacitan. ” Saya merasa diakui sebagai anggota PGRI Pacitan, ” demikian kata Bupati saat memberikan sambutan. ” Hak guru adalah mengajar, mendidik dengan bahagia sehingga siswa juga bahagia. Kebahagiaan itu dapat diartikan kesejahteraan, nyaman, tenang, tidak dihantui rasa takut. Untuk bisa mengajar dengan bahagia, harus tahu batasan. Batasan itulah yang perlu dipahami, sehingga tidak lompat batas, sehingga tidak ditegur. Tipis sekali batasan itu, Tidak hanya guru,kita semua. “Lanjut Mas Bupati Aji.
Untuk itu Mas Bupati berpesan guru agar hati-hati dalam mendisiplinkan siswa pada era sekarang yang berbeda dengan era lama.” Pungkasnya.

Andi Panca Sakti, S H, Kajari Pacitan dalam kesempatan tersebut menyampaikan sambutannya, profesi guru tentu punya resiko,untuk itu asasnya tidak ada orang dihukum tanpa ada kesalahan, orang tidak ada dihukum tanpa ada peraturannya. Oleh karena itu guru harus berubah.
“Marilah kita berubah, hindari unsur kekerasan dalam mengajar sebagai tanggung jawab profesi kita” jelas Andi. “Kenali hukum, jauhi hukuman.”


Sesuai tema yang diangkat, panelis sarasehan dari unsur Polri, Kejaksaan, Dinas Pendidikan, dan BKPSDM yang dipandu oleh Khusnul Qomarudin, S.Pd,M.Pd, dan Dr. Sri Pamungkas, M.Pd

Panelis pertama, Pujiono, Wakapolres, memberikan statement, jangan menjadi pelaku kejahatan, kenali hukum, jauhi hukuman.
Profesi guru adalah profesi yang sangat mulia, melahirkan semua profesi. Hukum adalah alternatif yang terakhir, hukum tidak ada pengecualian.

Panelis kedua, Eko Jarwanto, Kasi Perdatun, menyampaikan UU Perlindungan Anak. “Kepentingan terbaik bagi anak sangat menghindari kekrasan fisik, psikis, mental, verbal.” Tekan Eko.

Sedangkan panelis ketiga, Ir.Budiyanto, M.M. “Guru, memiliki peran strategis, mendidik generasi bangsa, untuk itu harus punya strategi agar guru tidak terjebak di ranah hukum.Guru harus bijak dan cerdas mengambil sikap.” Tutur kadis Dindik ini.
Budi mendorong untuk para guru mengenali hukum.”lempeng-lempeng saja karena tugas guru melukis masa depan.” tutupnya.

Panelis terakhir, Novia Wardani, S.H, dari BKPSDM, mengangkat materi tentang Penilaian Kinerja Aparatur.Pengampu di bidang Kedisiplinan ASN ini menyampaiakan Nilai-Nilai Dasar ASN.


Acara sarasehan ditutup dengan foto bersama.(SH,MLF)

Pendaftaran Workshop ” Bedah Kurikulum Merdeka Melalui Pendekatan Hypno Education”

Tidak bisa dipungkiri, Indonesia telah mengalami krisis pembelajaran akibat pandemi. Untuk memulihkan keadaan ini, Kemendikbud ristek mengembangkan kurikulum Merdeka Belajar. Sekolah Dasar merupakan salah satu jenjang pendidikan yang terparah dampaknya. Hypno Education merupakan salah satu terapi pembelajaran yang dapat diterapkan di Sekolah Dasar agar siswa memiliki semangat belajar dari dalam.
Seperti apa penerapan kurikulum merdeka belajar dengan pendekatan Hypno Education?

Yuk, ikuti workshop series merdeka belajar cluster SD/MI

” Bedah Kurikulum Merdeka Melalui Pendekatan Hypno Education”

Keynote Speaker :
Indrata Nur Bayuaji, SS (Bupati Pacitan)

Narasumber :
1. Dr. Mukodi,M. Si (Ketua STIKIP PGRI Pacitan)
2. Ir. Budiyanto, MM
(Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan)
3. Agus Nuryanto, ST, S.Pd,M. Kom (Smart Learning Character Center)
4. Cahya Herlambang, S.Pd.,MM. Pd
(Fasilitator Guru Penggerak)

Hari: Jumat-Sabtu
Tanggal: 17-18 Juni 2022
Pukul: 07.30-14.30 wib

Tempat : Gedung Karya Darma Pacitan

Kontribusi: 100k
BNI a.n. Andung Dwi Latifah
No. Rek . 1276520256

Link. Pendaftaran :
bit.ly/workshopmerdeka

Jika sudah mendaftar, silahkan join ke grup WhatsApp:

https://chat.whatsapp.com/J9rFhbx2Nn2GWsgBQzl6lp

Fasilitas:
~ Ilmu Bermanfaat
~ E-sertifikat 32 jp
~ Snack dan Makan Siang

Narahubung:
~Sri Hartati,M.Pd 081803437609
~Rahmawati, S. Pd. 081336429759

Presented by:
SLCC (Smart Learning Character Center) PGRI Kabupaten Pacitan

Bpk/Ibu dapat mendaftar disini

Lokasi

Kontak

PENGURUS PGRI CABANG PACITAN
Sekretariat : Jl. P. Diponegoro No. 108 Kel. Ploso Kec. Pacitan, Kab. Pacitan, Provinsi Jawa Timur
Telp :  083134470020 – 085241632759
E-mail : info@pgripacitan.org
Website : pgripacitan.org

Informasi

PGRI PACITAN 2023 ©